Langsung ke konten utama

DOA DALAM REALITA


DOA DALAM REALITA

malam indah Tuhan kembali hadir menyapaku
terjaga dalam lelapku, Tuhan berbisik lembut di telingaku
menghembuskan nafas penuh kedamaian
menyadarkanku akan keringnya kulit dan pori-pori
malaikat berbaris rapi
terbasuh kulit dengan sejuknya aliran air murni
menutup pori yang haus akan basuhannya
di atas kain lembut, aku rangkai bait-bait doa
aku rangkai segenap harapan
aku sampaikan pada Tuhan
dengan segenap ketulusan hati
dengan irama detak jantung yang kian bergema
dengan nafas yang tertiup indah
memujaNya,
meninggikanNya,
mengindahkanNya
berjuta, bahkan bermilyar kata yang ku rangkai
ku panjatkan harapan yang terpendam dalam dada
harapan yang benar-benar ku harapkan Tuhan membuatnya menjadi sebuah sesuatu
sesuatu yang dapat aku sentuh,
aku lihat,
aku dengar,
dan aku rasakan
aku tahu Tuhan takkan pernah membiarkan telingaNya terus bergaung rintihan dariku
aku tahu Tuhan takkan pernah lelah membiarkan bahuNya untukku sandarkan
takkan lelah ku tengadahkan kedua tanganku
meminta, hanya padaNya
tak lelah ku tengadahkan kepalaku
berharap, hanya padaNya
karena dalam setiap realita selalu ku pukulkan doa
dimana setiap sujudku
aku lemparkan sebuah keabadian
untuk setiap nama yang mengarungi kehidupanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...