DOA DALAM
REALITA
malam
indah Tuhan kembali hadir menyapaku
terjaga
dalam lelapku, Tuhan berbisik lembut di telingaku
menghembuskan
nafas penuh kedamaian
menyadarkanku
akan keringnya kulit dan pori-pori
malaikat
berbaris rapi
terbasuh
kulit dengan sejuknya aliran air murni
menutup
pori yang haus akan basuhannya
di atas
kain lembut, aku rangkai bait-bait doa
aku
rangkai segenap harapan
aku
sampaikan pada Tuhan
dengan
segenap ketulusan hati
dengan
irama detak jantung yang kian bergema
dengan
nafas yang tertiup indah
memujaNya,
meninggikanNya,
mengindahkanNya
berjuta,
bahkan bermilyar kata yang ku rangkai
ku
panjatkan harapan yang terpendam dalam dada
harapan
yang benar-benar ku harapkan Tuhan membuatnya menjadi sebuah sesuatu
sesuatu
yang dapat aku sentuh,
aku lihat,
aku
dengar,
dan aku
rasakan
aku tahu
Tuhan takkan pernah membiarkan telingaNya terus bergaung rintihan dariku
aku tahu
Tuhan takkan pernah lelah membiarkan bahuNya untukku sandarkan
takkan
lelah ku tengadahkan kedua tanganku
meminta, hanya
padaNya
tak lelah
ku tengadahkan kepalaku
berharap,
hanya padaNya
karena
dalam setiap realita selalu ku pukulkan doa
dimana
setiap sujudku
aku
lemparkan sebuah keabadian
untuk
setiap nama yang mengarungi kehidupanku
Komentar