ketika mereka mulai
memaksaku untuk kembali berjalan,
menyusuri tiap detik sisa
hidupku
kurasa enggan melangkahkan
kakiku
mengikuti garis putih yang
dipaksakan
berat kaki ketika kupaksa
melangkah
hentakkan suara mereka
terkadang membangunkanku
namun tak jarang pula
kembali membuatku tertegun
kembali pada arah semu
seringkali aku terjatuh
tertatih untuk terbangun
mengangkat tubuh ini
meski tangan-tangan lembut
mereka bersedia terulur kapanpun ku butuh
namun aku rasa aku sanggup
berdiri sendiri
mereka terlalu jenuh menatap
bayang abu-abu menyelimutiku
kerasnya hati terkadang
melemahkannya
terbutakan oleh bayang abu
yang hampir pudar
aku coba untuk pertahankan
mimpiku
meski terdengar mustahil
tapi aku punya Tuhan
sekuat apapun mereka
menarikku
ketika aku ingin ke kanan,
sementara mereka menarikku ke kiri
sekuat itu pula aku akan
tetap menuju kanan
aku percaya semua untukku
namun biarkan kali ini aku
berjalan
membentuk garisku sendiri
aku hanya inginkan kau
mendampingiku
kala aku tersandung batu teramat
besar
tak dapat ku pungkiri
aku akan mencari kau
membutuhkan kau
pelukankan kau
hangatnya kasih seorang
sahabat setia
Komentar