Langsung ke konten utama

SEMENTARA, IZINKANKU


ketika mereka mulai memaksaku untuk kembali berjalan,
menyusuri tiap detik sisa hidupku
kurasa enggan melangkahkan kakiku
mengikuti garis putih yang dipaksakan
berat kaki ketika kupaksa melangkah
hentakkan suara mereka
terkadang membangunkanku
namun tak jarang pula kembali membuatku tertegun
kembali pada arah semu
seringkali aku terjatuh
tertatih untuk terbangun
mengangkat tubuh ini
meski tangan-tangan lembut mereka bersedia terulur kapanpun ku butuh
namun aku rasa aku sanggup berdiri sendiri
mereka terlalu jenuh menatap bayang abu-abu menyelimutiku
kerasnya hati terkadang melemahkannya
terbutakan oleh bayang abu yang hampir pudar
aku coba untuk pertahankan mimpiku
meski terdengar mustahil
tapi aku punya Tuhan
sekuat apapun mereka menarikku
ketika aku ingin ke kanan, sementara mereka menarikku ke kiri
sekuat itu pula aku akan tetap menuju kanan
aku percaya semua untukku
namun biarkan kali ini aku berjalan
membentuk garisku sendiri
aku hanya inginkan kau mendampingiku
kala aku tersandung batu teramat besar
tak dapat ku pungkiri
aku akan mencari kau
membutuhkan kau
pelukankan kau
hangatnya kasih seorang sahabat setia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...