terbaring beralaskan rumput dan embun menyertai
sejuknya merasuki tiap pori kulit ini
menantimu, merasakan ini bersama
ketika kita berada pada ruang yang berbeda, jauh
mungkin harapan itu harus ku lipat sementara
mengamati butiran-butiran hujan yang turun
angin yang berjalan, menyentuh lembut hingga tulang rusukku
tak henti harapku merasakan berdua denganmu
namun, ketika langit memisahkan
tak henti pula ku lipat harapanku
hingga lipatan terkecil
dan aku.. terlalu merindukanmu untuk melihat segalanya menjadi lebih indah
dan aku.. terlalu mengharapkanmu
meski hampa, biar waktu yang akan menghapus bayangmu
sejuknya merasuki tiap pori kulit ini
menantimu, merasakan ini bersama
ketika kita berada pada ruang yang berbeda, jauh
mungkin harapan itu harus ku lipat sementara
mengamati butiran-butiran hujan yang turun
angin yang berjalan, menyentuh lembut hingga tulang rusukku
tak henti harapku merasakan berdua denganmu
namun, ketika langit memisahkan
tak henti pula ku lipat harapanku
hingga lipatan terkecil
dan aku.. terlalu merindukanmu untuk melihat segalanya menjadi lebih indah
dan aku.. terlalu mengharapkanmu
meski hampa, biar waktu yang akan menghapus bayangmu
Komentar