Langsung ke konten utama

KITA DAN LUKAMU

sejatinya perjalanan manusia tidaklah selalu lurus, begitu saja atau hanya seperti itu saja. terkadang kita butuh keliling ke berbagai tempat untuk pada akhirnya kita harus berlabuh, dari berbagai tempat itu seharusnya kita mampu mengambil pelajaran dan pengalaman dari setiap cerita perjalanan yang ditempuh. begitu banyak cerita yang akan menemani setiap perjalanan kita, entah itu kebahagiaan sampai kesedihan, bahkan kehilangan. semua akan berbaur menjadi sebuah citarasa kehidupan yang saling memadai. terkadang kita hanyut hanya dalam sebuah pilu kehilangan, kehilangan apapun yang sudah menjadi bagian kehidupan kita. memang, perih rasa itu takkan pernah bisa kita hindari bahkan air mata yang sekeras apapun kita cegah, semua akan menjadi sia-sia ketika kita kehilangan. terlebih, semua sudah menjadi hal yang biasa mengisi hari. tapi, bukan berarti dalam kehilangan itu semua menjadi benar-benar hilang, biar saja yang hilang kembali kepada hakikatnya, kembali kepada yang memiliki sesungguhnya, jangan biarkan seluruhnya yang ada pada dirimu ikut hilang tertelan kepedihan. dengan kehilangan, seharusnya kau mampu belajar tentang arti ikhlas yang sesungguhnya, tentang arti lapang dada yang sebenarnya dan tentang ketegaran yang sejati, karena Tuhan takkan mungkin mengambil sesuatu darimu tanpa pernah digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik. mungkin memang bukan sekarang, tapi percayalah saat ini Tuhan menginginkanmu untuk menunggu waktu yang akan memperindah kehidupanmu kelak. saat ini, cobalah untuk menata lagi apa-apa yang kemarin mungkin terabaikan olehmu, mungkin Tuhan ingin melihat semuanya rapi terlebih dahulu agar nantinya kau bisa mengisinya lagi dengan lebih tertata. kau tak perlu menyesali apa yang sudah menjadi keputusannya, kau tetap harus menghargai apa yang sudah menjadi pilihannya. harusnya kau bisa belajar dari angin, bahwa saat ini yang harus kau pahami bahwa angin yang berhembus sejatinya akan terbang, dan angin yang berhembus sebaiknya memang dibiarkan pergi. sesungguhnya kau tidak punya apa-apa, dia hanyalah seseorang yang dikirim Tuhan untuk kau cintai, untuk kau jaga perasaannya, untuk kau perjuangkan sepenuh hati. namun aku juga percaya Tuhan sangat menyayangimu lebih dari apapun, Tuhan Maha Tahu segalanya, mungkin saja kau jenuh mencintai sendiri, menjaga tanpa dorongan, dan lelah berjuang sendiri sehingga Tuhan mengambil semua yang selama ini kau perjuangkan. seharusnya kau bersyukur, karena dengan ini kau bisa istirahat sejenak dari cinta yang mungkin belum tepat untuk kau perjuangkan. percayalah, suatu saat nanti akan ada seseorang yang kembali hadir di kehidupanmu yang mampu membuatmu lupa bahwa kau pernah terluka sedalam ini. seseorang yang akan memperjuangkanmu sebagaimana kau pernah berjuang untuknya dulu. seseorang yang akan menghargai keberadaanmu bahkan saat kau tak terlihat di pelupuk matanya. tatalah terlebih dahulu semua yang tak terarah selama ini, karena setelah semuanya rapi, atas izin Sang Maha Cinta, kau akan mampu kembali membangun cinta-cinta yang selama ini hilang, yang selama ini tersisihkan dan yang selama ini terabaikan. kini, berjuanglah untuk dirimu sendiri dahulu sebelum kau memulai kembali berjuang untuk seseorang yang menyamankan hidupmu kelak. usap air matamu, ada kami disini yang selalu ada, bersedia memelukmu dengan hangat penuh kelembutan. duduklah disini, disamping kami, kau boleh menangis sekeras apapun kau mau, dan kami memelukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...