hei dear,
tidak ada loh yang berkata bahwa hubungan dua manusia itu bisa berjalan dengan mudah, karena menyatukan dua isi kepala yang lengkap dengan masa depan yang berbeda itu sulit sekali, bahkan proses itu bisa saja menyakitkan
meski aku percaya bahwa cinta itu membahagiakan, tapi aku juga yakin hal itu tak lantas membuat perjalanan kita tanpa halangan, mungkin suatu saat nanti kita akan dihadapkan dengan sulitnya mencegah perbedaan dan perselisihan
dalam masa-masa itu, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa kau tak boleh lengah kalau kau tak ingin berhenti melangkah, dan untukmu ku mohon untuk mengingatkanku juga saat nanti ku lengah, sebab denganmu saja aku ingin terus melangkah
begitu juga dengan kita, aku ingin berjuang disini, bersamamu, sebab aku ingin perjalanan kita punya masa depan, semoga kau berpikiran sama
percaya atau tidak, aku berharap banyak kau percaya bahwa selalu ada alasan mengapa Tuhan mempertemukan kita
tentu saja ini bukan kebetulan, semesta memang sudah menyusun semua ini dengan sangat rapi hingga pertemuan kita menorehkan guratan yang sangat istimewa
aku yakin kau juga mengalami degup jantung yang bertalu-talu tiap kali bersamaku, bahkan aku mulai hafal dengan kesalahan-kesalahan tingkahmu yang kecil menggemaskan ketika kau memulai melontarkan ajakan untuk menjalin hubungan denganmu
aku berani bersumpah, jantungku hampir saja kehilangan ketuk iramanya, namun sebaliknya rongga pernapasanku lega tak terkira, walau aku sulit menerjemahkan rasa apa yang ada di dalam dada saat itu, aku tahu aku bahagia
yang harus selalu kau tahu, aku selalu mau bekerja sama denganmu untuk berjalan bersisian, saling mengimbangi langkah serta menghindari lubang
dalam dirimu, aku mencari ketenangan dan kedamaian dari kebengisan dunia
jika saat ini atau suatu saat nanti kau merasa begitu jemu dan ingin beristirahat sejenak, silakan sayang, kau boleh mengambil waktu sebanyak yang kau mau dan kau butuhkan
dan aku akan menunggu sembari terus membisikkan harapanku pada angin dan senja, semoga mereka tak pernah salah menyampaikan pesanku
tidak ada loh yang berkata bahwa hubungan dua manusia itu bisa berjalan dengan mudah, karena menyatukan dua isi kepala yang lengkap dengan masa depan yang berbeda itu sulit sekali, bahkan proses itu bisa saja menyakitkan
meski aku percaya bahwa cinta itu membahagiakan, tapi aku juga yakin hal itu tak lantas membuat perjalanan kita tanpa halangan, mungkin suatu saat nanti kita akan dihadapkan dengan sulitnya mencegah perbedaan dan perselisihan
dalam masa-masa itu, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa kau tak boleh lengah kalau kau tak ingin berhenti melangkah, dan untukmu ku mohon untuk mengingatkanku juga saat nanti ku lengah, sebab denganmu saja aku ingin terus melangkah
begitu juga dengan kita, aku ingin berjuang disini, bersamamu, sebab aku ingin perjalanan kita punya masa depan, semoga kau berpikiran sama
percaya atau tidak, aku berharap banyak kau percaya bahwa selalu ada alasan mengapa Tuhan mempertemukan kita
tentu saja ini bukan kebetulan, semesta memang sudah menyusun semua ini dengan sangat rapi hingga pertemuan kita menorehkan guratan yang sangat istimewa
aku yakin kau juga mengalami degup jantung yang bertalu-talu tiap kali bersamaku, bahkan aku mulai hafal dengan kesalahan-kesalahan tingkahmu yang kecil menggemaskan ketika kau memulai melontarkan ajakan untuk menjalin hubungan denganmu
aku berani bersumpah, jantungku hampir saja kehilangan ketuk iramanya, namun sebaliknya rongga pernapasanku lega tak terkira, walau aku sulit menerjemahkan rasa apa yang ada di dalam dada saat itu, aku tahu aku bahagia
yang harus selalu kau tahu, aku selalu mau bekerja sama denganmu untuk berjalan bersisian, saling mengimbangi langkah serta menghindari lubang
dalam dirimu, aku mencari ketenangan dan kedamaian dari kebengisan dunia
jika saat ini atau suatu saat nanti kau merasa begitu jemu dan ingin beristirahat sejenak, silakan sayang, kau boleh mengambil waktu sebanyak yang kau mau dan kau butuhkan
dan aku akan menunggu sembari terus membisikkan harapanku pada angin dan senja, semoga mereka tak pernah salah menyampaikan pesanku
Komentar