Langsung ke konten utama

SELAMA ITU KAMU, SEMUA ADALAH KAMU

hei dear,
tidak ada loh yang berkata bahwa hubungan dua manusia itu bisa berjalan dengan mudah, karena menyatukan dua isi kepala yang lengkap dengan masa depan yang berbeda itu sulit sekali, bahkan proses itu bisa saja menyakitkan
meski aku percaya bahwa cinta itu membahagiakan, tapi aku juga yakin hal itu tak lantas membuat perjalanan kita tanpa halangan, mungkin suatu saat nanti kita akan dihadapkan dengan sulitnya mencegah perbedaan dan perselisihan
dalam masa-masa itu, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa kau tak boleh lengah kalau kau tak ingin berhenti melangkah, dan untukmu ku mohon untuk mengingatkanku juga saat nanti ku lengah, sebab denganmu saja aku ingin terus melangkah
begitu juga dengan kita, aku ingin berjuang disini, bersamamu, sebab aku ingin perjalanan kita punya masa depan, semoga kau berpikiran sama
percaya atau tidak, aku berharap banyak kau percaya bahwa selalu ada alasan mengapa Tuhan mempertemukan kita
tentu saja ini bukan kebetulan, semesta memang sudah menyusun semua ini dengan sangat rapi hingga pertemuan kita menorehkan guratan yang sangat istimewa
aku yakin kau juga mengalami degup jantung yang bertalu-talu tiap kali bersamaku, bahkan aku mulai hafal dengan kesalahan-kesalahan tingkahmu yang kecil menggemaskan ketika kau memulai melontarkan ajakan untuk menjalin hubungan denganmu
aku berani bersumpah, jantungku hampir saja kehilangan ketuk iramanya, namun sebaliknya rongga pernapasanku lega tak terkira, walau aku sulit menerjemahkan rasa apa yang ada di dalam dada saat itu, aku tahu aku bahagia
yang harus selalu kau tahu, aku selalu mau bekerja sama denganmu untuk berjalan bersisian, saling mengimbangi langkah serta menghindari lubang
dalam dirimu, aku mencari ketenangan dan kedamaian dari kebengisan dunia
jika saat ini atau suatu saat nanti kau merasa begitu jemu dan ingin beristirahat sejenak, silakan sayang, kau boleh mengambil waktu sebanyak yang kau mau dan kau butuhkan
dan aku akan menunggu sembari terus membisikkan harapanku pada angin dan senja, semoga mereka tak pernah salah menyampaikan pesanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...