Langsung ke konten utama

KARENA KAU YANG KU SEBUT SENJA

coba lihat senja yang menjingga disana, guratan cahayanya menghasilkan gradasi warna yang luar biasa mewahnya, menunjukkan kebesaran Tuhan atas segala ciptaanNya
karena senja adalah jingga, dalam elegiku kau mengalun bersama nada-nada membentuk harmonisasi dalam dada
karena cahaya adalah terang, dalam semburatnya aku yakin bahwa kau selalu ada disini, tetap disini, dan akan selalu disini
karena pagi adalah matahari, semoga setiap senyum yang selalu aku goreskan dalam kisahmu takkan pernah habis terkikis egois untukmu yang termanis
karena malam adalah gelap, percayalah aku selalu berharap kau tidak ikut menghilang ditelan malam seiring meredupnya cahaya langit diatas sana
karena pena adalah cerita, bersedialah bertahan denganku apapun yang akan terjadi nantinya bersedialah untuk tetap menemaniku menulis cerita perjalanan tentang kita dan semesta
karena kertas adalah lembaran, semoga kau tidak pernah lelah untuk terus melanjutkan setiap halamannya dan tidak pernah memutuskan berhenti sebelum sampai pada halaman terakhir nanti
karena kamu adalah seseorang, yang namanya tak pernah luput dari ingatan saat aku berbincang dengan Tuhan, saat kumohonkan padaNya untuk selalu menjaga kau saat ketidakhadiranmu
bersabarlah dan tetaplah berjuang sayang, suatu saat nanti kita akan sampai pada masa dimana kita meraih segala yang belum tercapai, mengabadikan segala yang kita semogakan, dan menjaga yang kita perjuangkan
karena kamu adalah doa, yang tersirat diantara sekian banyak harapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...