Langsung ke konten utama

AKU TAHU BAGAIMANA BERJALAN MUNDUR

untuk apa kembali lagi, kembali disaat semua sudah hampir tersusun rapi
sadarkah bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng, negeri dimana apapun yang kita mau bisa kita dapatkan, kapanpun dan bagaimanapun
sadarkah yang kau hadapi itu manusia, dimana manusia itu punya perasaan, hati kecil yang bisa kapan saja berubah tergantung bagaimana dia dihadapkan pada sebuah cerita
kemana kamu dulu, menghilang begitu saja disaat aku benar-benar mencintaimu, disaat aku meyakini bahwa kamu segalanya
batu yang sebegitu kerasnya saja bisa hancur oleh hujan yang terus menerjangnya, apalagi aku, manusia dengan hati kecil yang sangat mudah rusak, dan bagai hujan kau rusak semuanya
ya, kau memang seperti hujan, hadir tak menentu, dan sekalinya hadir pun untuk pergi kembali, dan entah kapan lagi kembali, mungkin lupa kembali
kau yang dulu ku kira matahari, ternyata hanya sebuah pelangi, yang hadir dengan segala warna yang indah namun hanya sesaat
sebenarnya, kau tak perlu menjauh karena aku sudah tahu bagaimana cara berjalan mundur
dan kini, kau hadir kembali, ingin mengulang semuanya dari awal
kalau begitu, dimana letak keadilan sebuah cinta ? disaat aku berjuang menata kembali sudut ruang yang kau tinggalkan dengan sangat tidak rapi, kini kau berharap masuk kembali
maaf, aku saja lelah sekali merapikannya, dan aku takkan pernah membiarkan ruang itu berantakan untuk kesekian kali, apalagi dengan orang yang sama
aku tidak benci, sama sekali tidak membencimu, sedikitpun tidak
tapi lebih dari itu, aku kecewa, kecewa yang membuatku berat untuk kembali berjalan disisimu, kecewa yang membuatku menjauh darimu
aku takut, takut lagi salah memperjuangkan yang pada akhirnya nanti aku terjatuh lagi dan kamu hanya bisa melihatku tanpa pernah mencoba membantuku berdiri
dan kini, aku sedang menulis lagi ceritaku yang baru
setelah sekian lama aku tutup lembaran itu
aku sedang memulai semuanya dengan lebih tertata dan bijaksana, dengan lebih rapi, dan dengan tidak berlebihan
aku sedang berjuang bersama dengan dia yang ku harapkan tidak berlaku sepertimu, yang tidak membiarkanku berjuang sendiri, karena sakitnya berjuang sendiri itu nyata terasa
sudahlah, mungkin ini memang jalan kita untuk berada di arah yang berbeda dan berjalan dengan orang yang bukan kita
masa lalu memang tak pernah bisa dilupakan namun bukan berarti aku harus tenggelam lagi di dalamnya
biar semua cerita yang pernah kita lalui menjadi sebuah cambukan bahwa tidak akan pernah ada alasan untuk menyia-nyiakan dia yang kini bersamamu, karena semua akan terasa bermakna setelah tiada, dan apabila sesuatu yang sudah pergi, meski kembali dia tak akan pernah sama lagi
dan setidaknya kamu bisa paham bahwa tidak sepantasnya kamu menyalahkan keadaan dimana saat keadaan dulu berpihak padamu, kau justru acuh, kau justru berpaling pada keadaan yang kini membuatmu terpuruk
ingatlah hei, yang kau hadapi manusia, benda hidup, bukan benda mati yang tidak pernah berpikir tentang sesuatu yang sesungguhnya terjadi
luka itu memang bisa sembuh, tapi tidak sesederhana itu !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...