Langsung ke konten utama

KEBAHAGIAAN YANG TERPENDAM

ketika alam masih terlelap, mereka telah bersiap menyambut matahari
menyongsong hari demi rupiah yang tak seberapa
melawan kerasnya lalu lintas
kokohnya batin sudah menjadi miliknya
air mata tak lagi ada harganya untuk mereka, bahkan mengingatnya pun mungkin tidak
langkah kakinya yang gontai
melaju berputar serangkaian detak jam di dinding putih
wajah lusuh tak lagi dihiraukannya, baginya adalah bagaimana mereka mampu bertahan hidup dalam dunia yang memojokkannya
saat empati manusia mulai terkikis, senyumnya tak pernah hilang memancarkan rona kebahagiaan
meski alam mengetahui bahwa jauh di dalam hatinya mereka menangis, meronta berharap kesejahteraan
ketegaran mereka melukiskan cerita keras garis kehidupan yang jauh di pandangan mata
yang bahkan tak pernah terbesit di pikiran kita
beragam kesulitan telah mereka lalui dan kesulitan lain yang akan menemaninya entah sampai kapan
kekuatan hatinya memacu untuk tetap bertahan dalam garis kehidupan yang sebenarnya sama sekali tidak mereka harapkan
namun disinilah, aku melihat sejuta kebahagiaan yang terpendam
kebahagiaan yang telah lama mereka simpan dan tak sempat muncul
saat empati manusia menyentuh nuraninya, lengkung pipi di wajahnya menjadi cahaya bagi alam kala itu
seolah dunia memeluknya, mengasihinya dan melupakannya atas berbagai derita yang selama ini menyelimuti
langkah ceria memijaki rerumputan yang dipenuhi embun segar
sungguh Tuhan, inilah sejatinya yang mereka harapkan
mereka tak banyak berharap selain belaian kasih untuk jiwanya yang haus akan kelembutan
tangan suci yang begitu lama diidamkannya menjadi air hujan bagi jiwa
lihatlah, kini tawanya membuncah dunia
matahari seolah ikut tersenyum melihat polanya
kehangatan yang ada saat itu merasuk ke dalam jiwanya yang gersang
betapa bahagianya ketika kekuatan menjadi sebuah kesatuan bersama nurani yang tulus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...