teduh senja menggoreskan jingga
awan biru berarak menuju rumahnya
berganti waktu, berganti cahaya
seperti menebak langit abu-abu
tertumpuk oleh harapan dan ragu
menikmati senyummu dari kejauhan,
itu lebih dari sekedar indah
bersama pena yang setia berteman,
tak lelah menemaniku melukis bayangmu
bersama harapan yang entah dimana
akan berlabuh
aku tidak berharap aku mampu
menyentuhmu
karena semua sudah indah meski
tak tersentuh
dan mencintaimu dalam diam, aku
bahagia
Komentar