hujan menyambut teduhnya pagi
ribuan butir embun mengalir
menyejukkan
nada rintiknya halus, meluluhkan
menanti mentari yang tak kunjung
datang
sejauh bintang di angkasa,
menembus cahaya mega dalam kegelapan
redup samar cahayanya, hapuskan
luka perlahan
meski tidak sepenuhnya pulih,
semua sudah terasa bermakna
Tuhan menghadirkanmu, mewarnai
kembali kisahku
meski tintamu tak terlalu pekat tergores dalam kertas yang
mungkin akan usang, binary matamu miliki arti lain, bahkan dunia tak lagi
sanggup membacanya
dan disini, aku berdiri
memandangmu dari kejauhan
fokuskan hati pada keindahan yang
Tuhan kirim ke istana hati
meski kau tak pernah sadar, aku
selalu disini dan tetap disini
menanti sinar nyata yang siap
menerangi langkahku ketika aku berjalan dalam kegelapan
karena aku melihatmu tanpa harus
bertatap, mendengarmu tanpa perlu kau bersuara, dan menikmati kehangatanmu
tanpa harus menyentuhmu
dan seberapa keras aku berpikir,
aku yakin takkan pernah ku temukan
alasan mengapa aku cukup bahagia meski aku
mencintaimu dalam diam
Komentar