Langsung ke konten utama

Hujan di Ujung Senja

Sesungguhnya Semesta mengerti bagaimana menyampaikan isyarat. Aku selalu mencintai hujan di ujung senja, sebab setiap derai yang jatuh, jingganya mampu membuat lupa pada luka. Luka yang di buat oleh manusia, berpendar dengan baik bersama jingga di dalam sejuknya.

Hujan di ujung senja selalu mengajarkan bahwa setiap yang jatuh, akan tetap jatuh walau diantaranya tidak selalu berharap. Setiap butir yang jatuh mengingatkan bahwa manusia seharusnya sadar bahwa setinggi apapun langit, pada akhirnya jika jatuh, ia juga akan sampai ke bumi, menyentuh tanah dan hilang terserap olehnya. Pada kenyataannya, hujan selalu bisa mengajarkan bahwa berbuat baik pada yang jahat sekalipun, Semesta tidak akan pernah lepas tangan untuk melindungi.

Teduhnya hujan di ujung senja, mengingatkan aku pada pesan ayah, bahwa kamu tidak akan pernah bisa menuju puncakmu seorang diri, selain kamu membutuhkan Tuhanmu, kamu juga membutuhkan mereka yang akan mendoakanmu dengan baik. Maka, berbaik-baiklah pada orang lain, agar kau didoakan dengan baik olehnya. Ayah selalu mengajarkan bahwa mencintai hujan, kamu akan mencintai dirimu sendiri.

Pada akhirnya, hujan selalu punya cara untuk mengingatkan manusia. Entah pada kenangan, kebaikan atau kesalahan. Mencintai hujan di ujung senja, aku mencintai seluruhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB

BIAR WAKTU YANG MENJAWAB                 Aku tak tahu harus apa dan bagaimana, perasaan ini tak terarah. Bukan karena aku tak merasa tapi tak ada kepastian rasa yang aku dapatkan darinya. Seperti ingin tapi tak ingin, entahlah. Aku sayang kamu, tapi aku bimbang Aku suka kamu tapi aku belum mau pacaran, aku harus fokus pada satu hal Begitulah cuplikan pesan singkat yang disampaikan darinya. Air mata tak terasa mengalir lembut di sekujur wajahku. Entah aku merasa senang atau sedih, tak mampu ku ungkapkan.                 Hari terus berjalan seiring berjalannya waktu. Aku merasa dia memberi harapan lebih untukku. Hari-hariku dipenuhi dengan harapan tentangnya. Hingga akhirnya aku menceritakan semuanya pada teman terdekatku. “Delia, gue mau curhat deh”   Vanny merengek. “Curhat apa sih sayang?” respon Delia. Vanny me...

MAKALAH DAN POWERPOINT BAHASA INDONESIA_ PENTINGNYA BAHASA, FUNGSI BAHASA, ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA

PENTINGNYA BAHASA FUNGSI BAHASA ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA   Disusun Oleh: 1.     Adhelita Audina Pradanti 2.   Fuji Rahayu 3.   Siti Fatimah 4.   Rommeil Genzano SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR S-1 FARMASI 2012 - 2013 DAFTAR ISI 1.       Halaman Judul             …………………………………………………………………….1 2.       Daftar Isi          …………………………………………………………………………….2 3.       Kata Pengantar            …………………………………………………………………….3 4.       Bab 1 Pendahuluan A.     Latar Belakang Masalah    …………………………………………………………..4-5 B.      ...

TULISAN INI HANYA UNTUK AKU, TIDAK TERMASUK KAMU

“berakhir semua mimpi miliki dirimu, disaat harus mengalah tuk merelakanmu pergi” -          Hanin Dhiya-Yang terbaik Memutuskan mundur menjadi sesuatu yang kelihatannya memang mudah, bahkan sangat mudah. Tapi semua pandangan itu rasanya tidak berlaku bagiku, saat itu, memutuskan mundur terlebih perlahan, menjadi sesuatu yang teramat menyakitkan. Namun beberapa hal pada akhirnya aku sadari bahwa yang semu, memang selayaknya dibiarkan pergi, layaknya angin yang berhembus, bagaimanapun ia berhembus ia akan pergi juga. Aku semakin menyadari bahwa aku sudah terlarut dalam ilusiku, ilusi yang bisa saja membunuhku sendiri. “jika harus berakhir, menangis dan terluka biarlah ku jalani bila memang ini semua yang terbaik untuk kita berdua” -          Hanin Dhiya-Yang Terbaik Hingga sampailah aku pada titik dimana aku harus merelakan semua rasa yang telah tercipta. Aku putuskan untuk mengangkat tanga...